Home / INFORMASI TERBARU / Pembekalan Revolusi Mental Kapolres Ternate, Siswa Bintara Polri Polda Malut di Buat Menangis

Pembekalan Revolusi Mental Kapolres Ternate, Siswa Bintara Polri Polda Malut di Buat Menangis

Ternate.malut.polri.go.id – Ternate . Kesekian kalinya Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda S.IK memberikan materi Revolusi Mental, dan kali ini Kapolres berkesempatan memeberikan materi Revolusi Mental “Motivasi Penguatan Karakter Anggota Polri menuju Polri yang Promoter” kepada Siswa Diktuk Bintara Polri dalam rangka Pembekalan yang bertempat di Aula Gamalama SPN Polda Malut Sofifi. Rabu, (27/02/19). pukul 14.00 WIT.

Penyuluhan Revolusi Mental “Motivasi Penguatan Karakter Anggota Polri menuju Polri yang Promoter” merupakan sebuah langkah inovatif Kapolres Ternate untuk membangun karakter anak bangsa khususnya Calon Bhayangkara sejati menuju generasi yang kuat dan bernilai dalam rangka terwujudnya Kamtibmas yang Kondusif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program “PELITA GAMA MAITARA” yakni Polisi Peduli dan Cinta Generasi Muda Maluku Utara sebuah terobosan kreatif Polres Ternate dibidang tugas preemtif dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental. Penyuluhan motivasi ini untuk membangun karakter-karakter Bhayangkara muda kita dilatarbelakangi oleh situasi Kamtibmas di Wilkum Maluku Utara yang belum sepenuhnya kondusif mengingat masih seringnya oknum masyarakat bahkan oknhm anggota Polri yang masih mengkomsumsi minuman keras, perkelahian dan pengeroyokan, KDRT, pencabulan, kurangnya budaya patuh dalam berlalu lintas dan lainnya.

Adapun tujuan dari pembekalan ini agar adanya perubahan sikap perilaku dan terbangunnya karakter positif pada Bhayangkara muda Maluku Utara yang akan menjadi modal dasar bagi kesuksesan dimasa depan.

Titik berat dari materi pembekalan dari Kapolres adalah untuk membangun motivasi Bhayangkara muda agar menjadi seorang Bhayangkara sejati dan sukses di masa depan dan di mata masyarakat serta membuat citra Polri yang semakin baik, menanamkan karakter positif serta membentuk sikap perilaku Bhayangkara muda yang santun, saling menghormati, selalu bersyukur, patuh hukum serta kuat dan pantang menyerah.

Kapolres mengingatkan kepada seluruh siswa Bintara bahwa masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini, masa depan adalah milik mereka yang menyiapkannya hari ini. Bukan tugas kita untuk merubah dunia ini, tapi masing-masing kita punya kewajiban untuk mengajak diri sendiri dan orang lain untuk berpikir baik, berucap baik dan berbuat baik dengan cara-cara yang baik serta penuh kesabaran. Semua orang punya masalah, yang membedakannya adalah bagaimana orang tersebut menyikapi dan menghadapi masalah yang menerpa dirinya. Sekecil atau sebesar apapun masalah yang kita hadapi, kita harus bisa bangkit. Kecendrungan kita jika ditimpa masalah adalah lebih sering menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan yang Maha Kuasa.

“Oleh sebab itu, sebelum kita menyalahkan apa dan siapa maka perlu kiranya kita melihat kisah-kisah hidup orang-orang yang lebih susah dari kita tapi mereka berhasil menjadi orang yang sukses. Kita perlu belajar dari kisah hidup mereka,” ajak Kapolres.

Sebagai contoh adalah kisah hidup Nick Vujinic yang fenomenal. Seorang yang terlahir tanpa tangan dan hanya memiliki kaki yang sangat kecil untuk berdiri. Tapi sekarang, dia sudah sukses menjadi motivator dan pembicara tingkat internasional. Yang membuat seorang Nick tetap bertahan dan sukses hingga saat ini adalah: HARAPAN, selama masih ada harapan maka selama itu pula kita akan berjuang.

Kapolres juga menjelaskan tentang 12 nilai karakter Kebhayangkaraan yang disingkat dengan “Brata Dedikasi Sejati” serta memberikan beberapa tips yang dapat memunculkan harapan dalam diri para siswa Bintara Polri. Pertama adalah dengan Merubah Paradigma. Hal ini sangat penting karena Paradigma mampu mempengaruhi Pikiran seseorang (positif atau negatif), Pikiran kemudian akan menjadi tindakan, dari tindakan akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan melahirkan budaya dan budaya akan membentuk karakter. Yang kedua adalah kita harus fokus pada tujuan hidup kita, oleh sebab itu buatlah tujuan pasti dalam hidup anda, fokus dengan tujuan hidup tersebut, jangan salah bergaul, dan harus mampu mengelola gaya hidup. Yang ketiga adalah hidup adalah pilihan, ingatlah bahwa hidup itu tergantung kita karena dunia tidak akan menangis kalau kita gagal, juga tidak akan tertawa kalu kita sukses maka jangan pernah bergantung dengan orang lain.

“Ciptakan motivasi dalam diri kita sendiri, karena motivator yang baik dan hebat adalah diri anda sendiri. Ibarat naik sepeda, kita harus tetap mengayuh agar kita tidak jatuh, atau seperti naik sampan dimana kita harus tetap mendayung agar kita tidak hanyut bahkan tenggelam,” tutur dari Kapolres.

Pada kesempatan ini pula Kapolres menjelaskan tentang fakta-fakta sukses, bahwa sukses itu tidak berkaitan dengan usia, sukses itu tidak berkaitan dengan warna kulit, bangsa, keturunan dan agama, sukses itu tidak berkaitan dengan (cacat) fisik, sukses itu tidak berkaitan dengan tingkat pendidikan, dan sukses itu tidak berkaitan dengan latar belakang keluarga (kaya/miskin). Namun ada hal-hal yang dapat kita tiru dari orang-orang sukses yaitu karakter-karakter positif yang ada dalam diri mereka yakni kedisiplinan, kejujuran, konsistensi, komitmen, tanggung jawab dan integritas. Karakter positif hanya akan terbentuk melalui kebiasaan yang berulang dan tahap awal yang paling berperan dalam pembentukan karakter adalah kemampuan mengelola kecerdasan emosional dan spiritual.

Kapolres mengajak untuk melihat sekeliling kita, lihatlah dunia sekeliling kita, sungguh rahmat begitu melimpah, sungguh lebih dari cukup untuk bersyukur. Tuhan telah memberi semua yang kita perlukan, tubuh yang sehat, keluarga, sahabat, sekolah, rejeki yang cukup. Oleh sebab itu mari bersyukur lebih banyak, mengeluh lebih sedikit, saling memberi semangat, bergandeng tangan, itulah hidup yang penuh berkah. Sadari bahwa Tuhan Yang Maha Sempurna telah memberikan anugrah kepada kita kesempurnaan untuk menjalani hidup, syukurilah dan peliharalah serta manfaatkan untuk membantu sesama. Marilah selalu bersyukur sebab dengan bersyukur kita akan merasa makmur dan bahagia.

Dalam materi revolusi mental ini, Kapolres juga menggambarkan bahwa perbedaan antara negara maju dengan negara yang belum maju bukan terletak pada kekayaan sumber daya alam, luas wilayah, umur suatu negara melainkan terletak pada sikap perilaku masyarakatnya (kulitas SDM).

Pesan terakhir Bapak Kapolres adalah jagalah pikiranmu karena akan menjadi kata-katamu, jagalah kata-katamu karena akan menjadi sifatmu, jagalah sifatmu karena akan menjadi sikapmu dan jagalah sikapmu karena akan menjadi nasibmu. Ingatlah bahwa tidak ada yang akan berubah dalam kehidupan seseorang dengan sikap yang tidak berubah. Ayo kita berubah, mulai dari diri sendiri, dari yang kecil dan dari sekarang juga. Salam Perubahan untuk Generasi Muda Maluku Utara dan Indonesia yang Lebih Baik.

Kapolres berharap semoga dengan adanya program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi Kamtibmas yang kondusif di Kota Ternate.

Diakhir acara, Kapolres menutup dengan mengajak para siswa Bintara Polri beristiqfar bersama dan memberikan pencerahan sehingga para siswa meneteskan air mata dengan mengingat perjuangan orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *