Home / INFORMASI TERBARU / Kapolres Ternate Bersama Tokoh Agama dan Ormas Gelar Pertemuan Bersama

Kapolres Ternate Bersama Tokoh Agama dan Ormas Gelar Pertemuan Bersama

Ternate.malut.polri.go.id – Ternate . Kepala Kepolisian Resor Ternate AKBP Azhari Juanda S.IK melaksanakan pertemuan dengan para tokoh Agama dan Organisasi Masyarakat Islam yang bertempat di Polres Ternate pada hari Senin,(25/02/19) pukul 21.50 Wit.

Pertemuan yang dilaksanakan ini terkait dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Barokah Surya Nuswantara di Kabupaten Pulau Morotai. Pada kegiatan ini dihadiri juga oleh Waka Polres Ternate KOMPOL Jufri Dukomalamo, Kabag Ops AKP Izhak Tanlain, KBO Sat Intelkam Polres Ternate IPDA M. Saleh K. Teapon, SH, Kepala Kemenag Kota Ternate Drs Hi. Adam Ma’rus, tokoh Agama Konghucu Boy, Pimpinan Jemaay GPM Pdt. Yanis Titaley, Gp Ansor Radi Anwar, Walube Gunawan M. Liem, Ketua PHDI Wiyarta dan Ketua FKUB Kota Ternate Thamrin Husain.

Dalam pertemuan kali ini, Kapolres menyampaikan bahwa saat ini Yayasan Barokah Nusantara telah melaksanakan sosialisasi terkait dengan Narkoba dan Seks bebas di Kabupaten Pulau Morotai dimana kegiatan ini merupakan kegiatan terselubung yang ditangkap oleh masyarakat bahwa giat ini adalah pembabtisan masal.

“Untuk menjaga situasi Kamtibmas di Kota Ternate agar tidak terpengaruh dengan situasi yang ada di Kabupaten Pulau Morotai, semua pihak harus mengantisipasi situasi di Ternate dan mencegah kegiatan ini jangan sampai terjadi di Kota Ternate. Kita semua harus menenangkan masyarakat agar bisa menahan diri mencegah gesekan antara umat,” tutur Kapolres.

Ditambahkan oleh Waka Polres Ternate Kompol Jufri Dukomalamo bahwa aksi ini sudah masuk ke ternate di SD Mononutu pada hari jumat dengan modus membawa misi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan untuk Kota Tidore Kepulauan bertempat di SMP N 1 Tidore dan hanya diberikan waktu 5 menit oleh Kepala Sekolah.

Dilanjutkan oleh Kemenag Kota Ternate Drs. Adam Marus yang menyampaikan agar kita melaksanakan konferensi pers terkait masalah ini bahwa ini bukan isu SARA sehingga bisa menenagkan masyarakat agar menghindari terjadinya aksi-aksi yang dapat mengganggu Kamtibmas.

Ketua GP Ansor Radi Anwar juga menyampaikan Isu ini telah di bangun melalui anak-anak pelajar maka dari itu kita harus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bisa mengklarifikasi terkait kegiatan yang mengatasnamakan pihak BNN.

Dilain pihak, Pdt Yanis Ritsleting bahwa kegiatan-kegiatan ini telah beredar di grup-grup kami dan simbol-simbol yang digunakan itu simbol di kristiani tetapi garis keras dengan simbol sangkakala. Simbol-simbol suci ada di gereja dan simbol itu tidak bisa keluar dari gereja tetapi kegiatan di Morotai dipakai seperti simbol tangan tuhan.

“saya tekankan bahwa ini bukanlah acara keagamaan jangan sampai ini berhubungan dengan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif, menurut kami kegiatan yang dilaksanakan di pulau Morotai bukanlah Baptis masal, kami dari pihak Gereja juga pernah kedatangan tamu dengan tujuan mensosialisasi kegiatan Narkoba dan Seks Bebas tetapi kami tolak karena gereja juga mempunyai aturan tentang itu,” jelas Pdt Yanis Ritsleting

Ditutup oleh Ketua PHDI Wiyarta yang menyampaikan bahwa kita harus melakukan pencegahan jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi di Kota Ternate dengan melakukan upaya-upaya menyampaikan informasi positif kepada masyarakat, membuat deklarasi damai dan di publikasikan ke masyarakat luas, membuat video pendek para tokoh dan disebarkan ke masyarakat guna meredam isu negatif dengan kegiatan positif. (ds).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *