Home / INFORMASI SATUAN RESKRIM / Gandeng BPOM, Satreskrim Polres Ternate Perketat Peredaran Miras

Gandeng BPOM, Satreskrim Polres Ternate Perketat Peredaran Miras

Polres Ternate- Satuan Reskrim Polres Ternate Melaksanakan Pertemuan dan Koordinasi dengan Pihak Balai POM Sofifi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim bersama dengan 3 Anggota lainya untuk menindak lanjuti terkait dengan Tertangkap Tangan dan Temuan Minuman beralkohol Jenis Captikus Oplosan bertempat di Kantor Balai POM Sofifi Kel. Sofifi Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, “Berdasarkan Laporan Informasi Nomor : LI / 01 / IV / 2018, tanggal 12 April 2018 tentang adanya Memproduksi atau rekayasa genetik yg kemudian diedarkan/dijual Minuman beralkohol jenis Cap tikus Oplosan tdk di dasarkan Standar/Persyaratan (Rabu, 18/4/2018).

Dalam pertemuan koordinasi tersebut Kasat Reskrim menyatakan intinya “Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Balai POM Prov Malut terkait dengan ditemukannya Minuman beralkohol jenis captikus Oplosan yg sudah di amankan oleh petugas Sat reskrim polres ternate”
“Terkait dengan ditemukanya miras oplosan, polres ternate membawa sampel miras oplosan yg telah di amankan ke Balai POM Prov. Malut untuk di Uji laboratorium guna diketahui kadar dari masing-masing miras oplosan tersebut yang merupakan hasil campuran/oplos dari bahan baku batang pohon dicampur dengan miras Cap Tikus murni sehingga berubah warna namun blm diketahui kadarnya masing-masing” Jelas Kasat.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Balai POM Sofifi. Sarina Tamrin, Apt menjelaskan “Miras terdapat 4 (empat) Golongan yaitu Golongan A, B, C, D. Yang mana golongan terendah yakni 5% dan tertinggi yaitu 30%. Untuk Kadar Metanol apabila melebihi dari 1% terhadap Etanol maka miras tersebut tidak sesuai Standar atau Persyaratan yang Mutlak.

Bagian Uji Laboratorium Makanan dan Minuman Balai POM Sofifi. Ibu Alwia BSA, Ssi, Apt menjelaskan Untuk Uji Laboratorium sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu selama 20 (dua puluh) hari sejak Sampel di antar atau diterima tapi kami akan usahakan untuk dalam jangka waktu 1 (satu) minggu hasilnya sudah ada sehingga dapat digunakan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *